Senin, 13 Juni 2011

Hooded Pitohui,Burung Beracun Di Dunia

Ternyata ada juga burung beracun di Bumi ini, konon katanya burung beracun ini hanya ada satu jenis di dunia yang bernama Hooded Pitohui. Burung Hooded Pitohui ditemukan di Papua Nugini, pertahanan mereka terhadap pemangsa yang walaupun sederhana tapi menakjubkan adalah mereka beracun.


Pitohui memakan beberapa jenis kumbang yang mengandung neurotoxin kuat dan mengandung alkaloid yang dikenal sebagai batrachotoxin (racun yang juga ditemukan pada kulit dari Katak Panah Beracun Amerika Selatan).

Dengan makan kumbang, burung-burung menjadi beracun, toksin mereka terdapat pada bulu dan kulit. Mereka benar-benar dikenal oleh penduduk setempat sebagai “burung sampah”, karena toksisitasnya membuat tidak mungkin untuk dimakan kecuali kulit dan bulu mereka dicabut.


Menyentuh Hooded Pitohui dapat menyebabkan mati rasa dan kesemutan, kulit terbakar dan bersin, seperti yang dilaporkan oleh para ilmuwan yang menangani makhluk itu, sedangkan memakan mereka mungkin akan jauh lebih berbahaya.

Untuk memperingatkan sifat toksisitasnya, burung ini memiliki warna terang oranye dan warna hitam yang memungkinkan calon predator untuk mengenalinya. Dan diyakini bahwa Hooded Pitohui dapat menggosok toksin pada telur dan anaknya untuk melindungi mereka dari predator.
READ MORE - Hooded Pitohui,Burung Beracun Di Dunia

Penyakit Air / Amoeba Pemakan Otak "Naeglaria Fowleri"


Mungkin kedengarannya mengagetkan, namun ada satu organisme yang bisa berdiam di dalam otak dan menyebabkan kematian korbannya secara cepat.Organisme ini disebut Naegleria flowleri amoeba, dan ditemukan diseluruh dunia. Organisme ini kerap muncul dalam tubuh yang hangat dan stagnan di air tawar, seperti danau, sungai, mata air panas, dan kolam renang yang tidak diberi klorin. Amuba ini tidak bisa masuk hanya dengan minum atau menyeberangi airnya; infeksi baru terjadi jika air naik ke hidung.

Amuba ini memasuki tubuh melalui hidung, biasanya ketika orang sedang berenang di bawah air atau menyelam. Dari hidung, amuba ini menjalar ke serat saraf, melewati tengkorak, dan memasuki otak. Naegleria ini menyukai kehangatan otak dan akan berkembang biak hingga suatu hari, biasanya hanya dalam waktu tiga hingga tujuh hari, korbannya tewas.

Terdapat sekitar 200 kasus infeksi Naegleria yang tercatat diseluruh dunia dalam 40 tahun terakhir. Anak-anak dianggap yang paling berisiko karena sistem kekebalan tubuh mereka lebih lemah. Namun, meski infeksi ini jarang, jika agan dan aganwati memutuskan untuk berenang di air tawar yang hangat, Jangan Lupa Untuk Pakai Penjepit Hidung !!

Siklus masuknya Naegleria ke dalam otak manusia :


Penampakan Naegleria ini sendiri kayak gini nih :


Tambahan Dari Om Wiki Dan Teman-temanya ^_^

Naegleria fowleri (pelafalan /nə'ɡlɪə.ɹiə/) (juga disebut 'amuba pemakan otak') adalah protista yang hidup di air tawar yang hangat, yang bersuhu dari 25-35 derajat celcius. Amuba ini masuk kedalam grup Percolozoa atau Heterolobosea.

N. fowleri dapat menyerang sistem saraf manusia; meskipun jarang muncul[1], infeksi hampir selalu menyebabkan kematian korban. [2]

Sejak tahun 1964 lebih dari 60 kasus kematian pada orang karena infeksi parasit ini sehingga akibat dari penyakit “meningoencephalitis” (radang selaput otak). Kejadian ini dilaporkan dari negara Ceko, Slovakia, Amerika Serikat, Afrika, New Zealand dan Australia. Naegleria fowleria di isolasi dari kasus kematian tersebut. Ameba ini membunuh hewan percobaan pada beberapa laboratorium pada waktu diinjeksikan intra nasal, intra vena dan intracerebral. Organisme ini tidak membentuk cyste atau flagella dalam tubuh hospes dan vakuolanya berisi sel debris (serpihan sel) dari hospes.

Hampir semua kasus meningoencephalitis sangat erat hubungannya dengan kolam renang atau danau. Hal ini sangat mungkin terjadi trophoszoit masuk melalui hidung pada waktu penderita menyelam dalam air. Kasus yang telah dilaporkan menunjukkan bahwa infeksi terjadi waktu orang Muslim berwudhu dengan membasuh hidung 5 X sehari terjadi pada petani muslim di Nigeria. Setelah trophozoit masuk kedalam hidung maka amoeba ini bermigrasi sepanjang syaraf olfactorius melalui lempengan Cribiform dan menuju kranium. Kematian disebabkan oleh kerusakan jaringan otak dengan cepat dan hanya beberap pasien berhasil diselamatkan.

Terapi yang bisa memungkinkan untuk sembuh adalah:
Istirahat
Diet
Medikamentosa
- Obat pertama :

Amfoterisin Bdikombinasi dengan miconazol

- Obat alternatif :
Deksametason bila tekanan liqour rendah
itu untuk terapi penyakit Naeglaria Fowleri
READ MORE - Penyakit Air / Amoeba Pemakan Otak "Naeglaria Fowleri"

Minggu, 12 Juni 2011

Ajaib! Dua Hari di Freezer, Ayam Tetap Hidup


CHINA - Menakjubkan! Seekor ayam mampu bertahan hidup setelah dua hari mendekam di dalam freezer. Padahal secara logika tak ada ayam yang mampu bertahan hidup dalam suhu di bawah 0 derajat celcius.

Seperti dikutip Ananova, Gan Shugen terperanjat saat mendapati ayam yang terbungkus plastik dengan kaki terikat itu masih hidup, setelah dua hari disimpannya di dalam freezer. Saat dikeluarkan dari plastik, tampak pula gumpalan kotoran ayam telah membeku menjadi es.

Awalnya dirinya tak tahu jika ayam pemberian kerabatnya itu masih hidup, saat dimasukkannya ke dalam freezer. "Saya mendengar ada suara-suara lemah, dan saat membuka freezer, kepala merah ayam itu langsung melongok," ujarnya.

Sementara itu, salah satu ahli peternakan dari China, Li Fazhi mengatakan kejadian itu sangat di luar logika ilmiah. "Jika ayam betina itu terkunci di dalam lemari pendingin itu masih menakjubkan, tapi kalau bertahan hidup di dalam freezer itu sungguh ajaib," ungkap Li.

Anehnya lagi, Gan pun mencoba melakukan percobaan kepada ayam ajaib itu. Gam memasukkan lagi ayam itu selama 20 menit ke dalam freezer, saat sebuah televisi datang meliput. Dan ternyata ayam itu tetap hidup!

Kini, Gan pun memutuskan akan merawat ayam tersebut dan tak akan memotong maupun mengkonsumsi ayam ajaib tersebut.
READ MORE - Ajaib! Dua Hari di Freezer, Ayam Tetap Hidup

Benarkah Makan Tanah Bagus untuk Perut?

Bagi kebanyakan orang di dunia, makan lumpur adalah hal yang menjijikkan. Namun, kita sering menemukan, anak-anak sering tidak sengaja memakan lumpur saat bermain.

Tapi tahukah Anda, ternyata lumpur sangat baik bagi perut. Menurut hasil penelitian, manusia geophagy memakan lumpur rupanya untuk melindungi lambung karena dapat melindungi terhadap racun, parasit dan pathogens.


Menurut Sera Young, peneliti dari Cornell University dan yang menjadi penulis utama dalam penelitian ini mengungkapkan, manusia geophagy berasal dari Hippocrates yang sudah ada sejak 2000 tahun lalu. Sejak saat itulah terus dilaporkan di setiap tempat adanya orang yang memakan tanah.

Namun, para ilmuwan sampai sekarang tidak bisa menjelaskan mengapa orang suka memakan tanah. Beberapa peneliti berpikir, geophagy adalah konsekuensi dari kekurangan makanan. Dengan kata lain, orang memakan tanah untuk mengurangi rasa sakit akibat kelaparan, meskipun tidak memberikan nilai gizi.

Penjelasan lain karena mengkonsumsi tanah dinilai mengandung gizi karena nutrisi mereka berkurang, seperti kalsium, dan zat besi. Di sisi lain, tanah dinilai mempunyai zat yang efektif dapat menjadi bakteri baik melindungi dari racun dan bakteri buruk.

Sebuah studi mengindikasikan, pada umumnya orang-orang makan tanah pada saat persediaan makanan menipis. Ketika mereka makan tanah, mereka hanya makan dalam jumlah sedikit. Geophagy digambarkan secara umum pada perempuan di awal kehamilan dan balita

Menurut hipotesis yang ditemukan, bahwa nutrisi yang ditemukan sangat sedikit yang sesuai. Lebih dari itu, hipotesis disesuaikan dengan data yang ada sesuai dengan penemuan dalam penelitian.

Kategori kedua, menurut Young, yang sensitif terhadap racun parasit tergantung pada dirinya sendiri dan keturunan keluarga. Selain itu, geophagy yang paling umum berada di daerah beriklim tropis di mana mikroba bawaan makanan yang berlimpah.
READ MORE - Benarkah Makan Tanah Bagus untuk Perut?

Manusia-Beruang 'Rebutan' Rumah 32.000 Tahun Lalu


Washington – Studi mengungkap, sekitar 32.000 tahun silam, manusia prasejarah bersaing dengan beruang demi mendapat tempat tinggal. Seperti apa?

Studi manusia gua juga memberi pencerahan pada seni zaman gua yang menggambarkan binatang-binatang besar dan kemudian beruang punah. Petunjuk misteri ini berasal dari 30-32 ribu tahun lalu.

Saat itu, manusia dan beruang hidup di dua gua Prancis dan menciptakan pertarungan manusia-beruang. "Manusia paleolitik terbiasa membunuh binatang besar selama perburuan mereka, jadi mereka bisa dengan muda membunuh beruang gua," ungkap penulis studi Celine Bon.

Genetik menunjukkan, kebanyakan beruang gua adalah vegetarian, "Mereka menjadi ganas jika ada yang menganggu mereka selama hibernasi atau mereka merasa takut," lanjut Bon yang juga peneliti di Institute of Bology and Technology di Saclay, Perancis.

Di kondisi seperti itu, beruang bisa sangat berbahaya karena ukuran besar dan cakar serta gigi tajamnya. Melalui analisa DNA, diketahui populasi beruang gua sangat kecil dan terisolasi, dan kemungkinan beruang mati tak lama setelah manusia muncul.

"Data kami menunjukkan, populasi kecil beruang di gua dikuasai manusia," tambahnya. Bon dan rekan berharap, studi lebih lanjut bisa memberi kepastian kapan beruang-beruang ini punah.

Studi ini diterbitkan di Journal of Archeological Science.
READ MORE - Manusia-Beruang 'Rebutan' Rumah 32.000 Tahun Lalu

6 Penemuan Paling Konyol Sepanjang Abad Ke-20

Abad ke-20 ditandai dengan sejumlah penemuan-penemuan hebat yang mengubah kehidupan manusia.

Ada penemuan mobil canggih, juga internet. Di abad tersebut manusia bahkan mampu menjejakkan kakinya ke Bulan.

Namun, tak semua penemuan itu layak dimasukkan dalam buku sejarah. Sebab, beberapa temuan dinyatakan gagal, bahkan konyol. Apa saja temuan yang masuk kategori tak berguna itu?

1.TV Kacamata, 1963. Penemu, Hugo Gernsback memakai kacamata TV, produk itu tak pernah dirilis.



2. Papan seluncur bermotor. Penemu asal Hollywood, Joe Gilpin mengendarai papan luncur bermotor pada 1948.



3. Kandang bayi berkawat yang diletakkan di luar jendela. Seorang pengasuh bayi mengawasi bayi yang dimasukkan dalam kandang kawat yang berada di luar jendela gedung tinggi pada tahun 1937. Kandang ini dibagikan pada anggota Chelsea Baby Club di London yang tak memiliki taman atau yang tega menempatkan bayi mereka di atas jalanan yang ramai.




4. Payung rokok antihujan. Presiden Zeus Corp, Robert L. Stern, menggunalan payung rokok yang ia rancang sendiri pada 1954. Tak bakal basah walau hujan.




5. Elektrometer Hubbart. Penulis fiksi ilmiah dan pendiri gereja aliran Scientology, L. Ron Hubbard menggunakan elektrometer Hubbard untuk mencari tahu apakah tomat merasakan sakit pada tahun 1968.

Apa yang ia lakukan berujung pada kesimpulan: 'tomat menjerit saat dipotong'.



6.Robot penembak. Sebuah robot yang dilengkapi dengan senapan diadu dengan penembak manusia pada 1960. Ini menimbulkan banyak pertanyaan, bijaksanakah melengkapi robot dengan pistol?.


READ MORE - 6 Penemuan Paling Konyol Sepanjang Abad Ke-20

Sabtu, 11 Juni 2011

Manusia Terbesar/Raksasa Bukan Sekedar Legenda


(Erabaru.or.id) - Dalam mitos setiap bangsa di dunia, manusia raksasa hampir merupakan sebuah tokoh penting yang tidak pernah ketinggalan. Dari mitologi Yunani diceritakan tentang pertemuan pahlawan Audosa, Edy Zeus dengan manusia raksasa bermata satu di sebuah pulau di laut, dan Grand dalam dongengnya Jack dengan kacang polong dan manusia raksasa, hingga ke negeri manusia raksasa dalam kisah perjalanan Buddha. Banyak sekali kisah cerita yang semuanya menggambarkan tentang kehidupan manusia raksasa seperti ini. Setelah abad ke-18, seiring dengan perkembangan penelitian pengetahuan manusia di zaman modern, berangsur-angsur legenda sejenis ini pun lenyap. Dan sekarang, orang-orang mengatakan bahwa semua kisah ini hanya legenda, tidak boleh sepenuhnya dipercaya. Namun, sejumlah penemuan arkeologi yang berhubungan dengan manusia raksasa membuat orang merenungkannya kembali, apakah hanya sekadar legenda?

Kita lihat dulu ukiran batu Ica yang ditemukan di Peru, Amerika Selatan, semua batu yang dikumpulkan di museum Dr. Javier, banyak sekali terdapat ukiran yang membuat orang sulit untuk percaya. Di dalam semua gambar ini, dengan jelas kita bisa melihat suasana kehidupan bersama antara manusia dengan dinosaurus, dinosaurus tampak seperti hewan peliharaan atau hewan kesayangan orang-orang pada waktu itu. Sementara ilmuwan berpendapat, bahwa sejak lebih dari 50 juta tahun yang silam dinosaurus sudah lenyap, kalau begitu, siapa sesungguhnya yang mengukir semua gambar tersebut?


Salah satu pada batu tersebut terukir sebuah gambar, di mana ada seorang yang panik terus dikejar oleh seekor dinosaurus ganas, dia terus berlari dengan perasaan takut. Dinosaurus ini sama seperti dinosaurus ganas yang kita tonton dalam film Jurassic Park, adalah semacam dinosaurus yang berdiri tegak, kaki belakangnya sangat kuat bertenaga, dan kaki depannya sangat pendek. Sepertinya tidak normal pertumbuhannya, tampak tidak serasi dengan sosok badannya yang raksasa. Kini, setelah pakar dinosaurus mengeskavasi fosilnya, melalui penyusunan perbedaan jenis secara seksama, kemudian dengan cara membentuk secara tambal sulam penyusunan kembali kerangka, selanjutnya berdasarkan perkiraan yang rasional lalu melukiskan bentuk dinosaurus di masa itu. Orang yang mengukir semua batu-batu ini, jika bukan hidup pada lebih dari 100 juta tahun yang silam, maka jelas mereka memiliki pengetahuan yang setara dengan ilmuwan sekarang bisa menggambar bentuk dinosaurus melalui fosil pemulihan.

Tidak peduli pendapat mana yang benar, kesimpulan yang diperoleh sama menakjubkan, karena semua gambar yang diukir di atas batu ini terlalu sukar untuk dipahami orang, kenapa bisa melukiskan dinosaurus bersama dengan orang? Coba lihat lagi sebuah batu lainnya, di mana yang terukir di atasnya adalah seekor dinosaurus bersegi tiga. Bentuk dinosaurus ini sangat mirip dengan badak raksasa, dan nama segi tiga diambil dari bagian kepalanya. Dalam gambar tersebut yang terukir adalah seseorang yang menunggang punggung dinosaurus segi tiga, tangannya memegang dan mengayunkan senjata yang mirip kapak. Di atas batu itu, kita masih dapat melihat seseorang yang menunggang di atas punggung dinosaurus bersayap. Batu-batu yang terukir ini hampir semuanya menampilkan jenis dinosaurus yang terkenal itu, dan lagi pula, sepertinya memiliki hubungan yang sangat erat dengan kehidupan orang-orang yang mengukir di atas batu ini.

Jika membandingkan secara seksama semua batu ini, maka akan menemukan sebuah kenyataan yang semakin membuat orang merasa takjub. Di dalam semua batu ukiran ini, skala ukuran manusia dengan dinosaurus tidak jauh berbeda. Dengan berdasarkan contoh fosil dinosaurus ganas yang ditemukan sekarang, tinggi badan dinosaurus ganas kira-kira setinggi 3 lantai gedung apartemen, dalam film Jurassic Park, kita bisa melihat bahwa betapa besarnya dinosaurus ganas itu, dengan sekali injak saja bisa meremukkan orang. Dalam semua batu ukiran yang kita lihat, meskipun dinosaurus tetap lebih besar dari manusia, namun perbandingannya tidak jauh berbeda, terhadap orang yang menunggangi dinosaurus bersegi tiga, perbandingannya adalah seperti orang sekarang dengan sapi. Kalau demikian halnya, semua ini menunjukkan apa? Apakah ada kemungkinannya bahwa manusia yang hidup pada masa dinosaurus itu adalah manusia raksasa?

Pemikiran seperti ini kalau baru pertama kali mendengarnya sukar diterima orang, namun jika semua orang mengetahui bahwa capung yang hidup pada masa dinosaurus, sayapnya bisa mencapai hingga satu meter lebarnya jika dibentangkan, lalu jika mengatakan bahwa orang yang hidup pada masa dinosaurus adalah manusia raksasa, maka tidak aneh lagi jika mempunyai pemikiran seperti itu bukan?

Coba kita lihat kedua gambar ini. Yang satu adalah ukiran batu Ica, yang satunya lagi adalah gambar raksasa Nasca di atas tanah datar. Di atas sebuah batu Ica yang tergali, terukir gambar kera yang nyaris sama dengan gambar raksasa Nasca di atas tanah datar. Apakah seniman pengukir juga merupakan pelukis gambar raksasa Nasca? Dan apakah gambar raksasa Nasca yang membuat orang sukar untuk dipahami ini juga dilukis oleh manusia raksasa?

Pada periode terakhir tahun 1950, daerah lembah Turki ditemukan banyak sekali fosil tulang raksasa. Setelah dibuktikan melalui penyelidikan, tulangnya sangat mirip dengan tulang manusia hanya saja ukurannya sangat di luar dugaan, salah satu fosil tulang paha di antaranya mencapai hingga 120 cm. Berdasarkan ukuran ini, maka tinggi badan manusia ini mencapai 5 meter, maka sedikit pun tidak salah jika disebut sebagai manusia raksasa, bukan?

Sedangkan satunya lagi yang mirip di atas ditemukan di Amerika. Orang Indian memiliki sebuah legenda, dahulu kala pernah ada sebuah bangsa manusia raksasa berambut merah, perawakannya benar-benar besar dan juga sangat ganas, leluhur orang Indian, setelah melalui rangkaian ekspedisi sepanjang tahun, baru bisa mengusir manusia raksasa ini. Beberapa manusia raksasa ini tinggal di sebuah kota kecil 35 km dari benua Nevada, Amerika Serikat, di sebuah gua yang disebut Gua Gerai Rambut. Pada mulanya orang tidak menaruh perhatian terhadap legenda ini, hingga sampai pada tahun 1911 sesudah Masehi, setelah buruh tambang sedang menggali kotoran burung di Gua Gerai Rambut tersebut, menemukan sesosok mayat kering (mumi), dengan tinggi badan 2,2 meter, berambut merah. Dengan ditemukannya mumi tersebut barulah menarik perhatian para Arkeolog.

Setelah penemuan ini disingkap, para sarjana teringat akan legenda kuno orang Indian dulu, dan kemudian mulai melakukan penyelidikan. Lembaga sejarah Universitas Beograd, California dan lembaga sejarah Nevada mengutus stafnya untuk melakukan penyelidikan. Laod menemukan beberapa barang peninggalan orang Indian, sayangnya gua tersebut kini telah rusak dikarenakan penggalian tambang.

Selanjutnya, insinyur pertambangan Richde dan staf lainnya mengukur beberapa tulang paha yang telah digali dan menemukan petunjuk dari tulang paha orang-orang itu bahwa tinggi badannya bisa mencapai 2-3 meter. Dan juga ditemukan beberapa rambut berwarna merah pada tempat yang sama. Semua kerangka ini masih disimpan di Museum Henphood, Nevada, Amerika Serikat.

Di Malaysia di sekitar kota Serawak, juga tersiar legenda tentang manusia raksasa, pada awal abad ini, ada orang yang menemukan beberapa gada (pentungan) raksasa di hutan lebat Serawak dengan panjang 2,5-9 meter, konon katanya itu adalah alat yang digunakan oleh manusia raksasa.

Dalam perkembangan sejarah manusia yang panjang, apakah benar pernah ada keberadaan manusia raksasa ini? Jika tidak, lalu apa yang terjadi dengan tulang belulang raksasa yang ditemukan di Turki dan Gua Gerai Rambut di Nevada, Amerika Serikat? Dan jika pernah ada, lalu ke mana perginya mereka? Beberapa bukti di atas, jika dipisah, semuanya merupakan teka-teki yang belum terpecahkan, dan jika disimpulkan merupakan suatu misteri yang mengundang orang untuk berpikir.
READ MORE - Manusia Terbesar/Raksasa Bukan Sekedar Legenda